Tanya Jawab Perpajakan

Ada pertanyaan seputar perpajakan? Silahkan bertanya DISINI.

Pertanyaan Pajak
No Pertanyaan
1
Dari : Agustine
Unit : Fakultas Ekonomi
Pertanyaan :
Mohon informasi tentang E-Billing dan bagaimana implementasi pembayaran pajak yang dilakukan diFakultas berkaitan dengan E Billing tersebut, mengingat beberapa bank sudah memberikan peringatan bahwa mereka tidak lagi menerima pembayaran pajak manual mulai bulan depan (februari)
Jawab :
Terima kasih atas pertanyaannya. Mohon sabar. InsyaAllah hari Selasa tgl 26 Anda akan diundang untuk sosialisasi masalah keuangan. mohon kalau ada ide bisa juga disampaikan
Penjawab : Habiburrochman, SE.,M.Si.,Ak.
2
Dari : Agustine
Unit : Fakultas Ekonomi
Pertanyaan :
Mohon untuk NPWP Badan Universitas, di scan dan dishare di aplikasi keuangan ya.., supaya bisa kita serahkan ke rekanan dan yang membutuhkan, terimakasih sebelumnya
Jawab :
Siap. Proses Bu...
Penjawab : Endrik Nur Saputro, SE
3
Dari : ZULFIKRI
Unit : RSUD SURADADI
Pertanyaan :
BAGAIMANA PAJAKNYA UNTUK REKANAN PEMERINTAH? KARENA BARU PERTAMA KALI MENGGUNAKAN, MOHON INFORMASINYA. TERIMAKASIH
Jawab :
Kalau di Unair kita bekerja sama dengan pihak bank, jadi setelah kita rekap baru kita bayarkan dengan membuat e-billing terlebih dahulu. Untuk lebih lengkapnya atau ingin berbagi bisa langsung datang ke bagian Keuangan. Alamat ada di website ini. Terima Kasih
Penjawab : Endrik Nur Saputro, SE
4
Dari : Amir
Unit : Swasta
Pertanyaan :
Saya sudah input SSP lalu saya simpan, tetapi kode ebilling tidak keluar dan sudah saya coba berkali-kali jg tidak berhasil. mohon bantuannya. Trims
Jawab :
Langsung preview cetak dari browser. Jangan menggunakan menu cetak di website. Asal sudah muncul kode billing ya.
Penjawab : Endrik Nur Saputro, SE
5
Dari : sehendri
Unit : jasa konstruksi
Pertanyaan :
apakah arti kode transaksi 010, 020, 030
Jawab :
Faktur 010 untuk penyerahan kepada pihak bukan pemungut/swasta Faktur 020 untuk penyerahan kepada pihak pemungut bendaharawan Faktur 030 untuk penyerahan kepada pihak pemungut selain bendaharawan
Penjawab : Endrik Nur Saputro, SE
6
Dari : Dhuha Kurniawan
Unit : Fakultas Keperawatan
Pertanyaan :
Berapa besaran tarif pajak untuk hadiah ?
Jawab :
25%
Penjawab : Fahmi Putri Wahyudi
7
Dari : Cv putra pertiwi
Unit : Pembuatan ornamen lengkung di area kolam jembatan Direktorat sarana prasarana dan lingkungan unair
Pertanyaan :
Bagaimana bentuk form ceklis pekerjaan
Jawab :
Mohon ditanyakan ke dit sarpras. Terimakasih
Penjawab : Endrik Nur Saputro, SE
8
Dari : DHANI SOFYAN
Unit : Swasta
Pertanyaan :
contoh kasus -Perusahaan kayu log(IUPHHK) PT.123 -Mulai Operasi Tahun 2015 -Pada tahun 2016,PT.123 ada penjualan kayu log satu kali dibulan mei 2016 dengan harga 3.5 m..dan sampai dengan akhir tahun 2016 tidak ada penjualan dikarenakan ada masalah dialat berat… pertanyaan : 1. Apakah ditahun 2017 PT.123 bisa menggunakan PP 46 pph final 1% setiap penjualan yang terjadi ditahun 2017, mengingat omset ditahun 2016 dibawah 4.8 m ? 2.Bagaimana jika penjualan PT.123 ditahun 2017 mengalami kenaikan diatas 4.8 m…apakah masih mengikuti perhitungan 1% setiap penjualan maret,june dan agustus 2017 ? Contoh : – penjualan maret 3 m, June 3.5 m, dan agustus 3 m jadi total 9.5 m sampai dengan akhir tahun Terima Kasih Jawabannya
Jawab :
Jawabannya seperti kasus berikut, mohon dipahami : Bagi WP badan baru yang belum beroperasi komersial atau beroperasi komersial kurang dari 1 tahun maka penghitungan pajaknya menggunakan tarif umum. Misal CV Maju Jaya terdaftar NPWP tanggal 15 Juni 2014, mulai beroperasi komersial ( mulai saat pertama kali ada penjualan barang atau jasa atau saat memperoleh penghasilan ) pada tanggal 03 Agustus 2014. Maka kewajiban CV Maju Jaya melaporkan pph pasal 25 nihil untuk masa pajak juni 2014 dan juli 2014 ( perusahaan belum ada kegiatan komersial). Sedangkan untuk masa pajak agustus karena sudah ada kegiatan komersial, maka penghitungan PPh pasal 25 adalah Pajak Penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas proyeksi laba-rugi fiskal pada laporan berkala pertama yang disetahunkan, dibagi 12 (dua belas). (KMK no 208/PMK.03/2009 pasal 2 huruf 4 ) Misal : Omzet bulan agustus sebesar 50.000.000 laba bersih bulan agustus 2014 sebesar 10.000.000, Laba bersih setahun = 120.000.000 PPh setahun = 12,5% x 120.000.000 = 15.000.000 PPh sebulan = 15.000.000 : 12 = 1.250.000 Maka pph pasal 25 masa pajak agustus 2014 s.d desember 2014 masing-masing sebesar 1.250.000 Sedangkan penghitungan PPh pasal 25 untuk bulan jan 2015 s.d desember 2015 menunggu penghitungan SPT Tahunan tahun pajak 2014, yaitu sebesar pph terutang selama tahun 2014 dibagi 12. –baca di bagian pelaporan spt tahunan– Pembayaran pph pasal 25 paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya, sedangkan pelaporan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Jika ada pembayaran tanggal pembayaran dianggap sama dengan tanggal pelaporan, artinya kalo sudah bayar tidak perlu lapor lagi. Sedangkan jika nihil/tidak ada pembayaran maka wajib lapor ( Per Dirjen pajak no 22/PJ/2008 pasal 4 ). Sanksi keterlambatan bayar = 2% per bulan x nilai kurang bayar Sanksi keterlambatan lapor pph pasal 25 = 100.000 ( UU KUP 16 TAHUN 2009 pasal 3 dan 7 ). Kode MAP pada SSP untuk PPh pasal 25 badan = 411126 Kode KJS pada SSP untuk PPh pasal 25 badan = 100 Setelah berlalu satu tahun sejak kegiatan komersial perusahaan, dalam contoh diatas CV maju jaya memulai kegiatan komersial sejak 03 Agustus 2014, maka setahunnya adalah 02 Agustus 2015 , krn berada di bagian tahun , maka di genapkan s.d akhir desember 2015. Untuk menghitung apakah masa pajak januari 2016 masih menggunakan tarif umum ( pasal 25 ) atau menggunakan PPH Final 1% ( PP No 46 tahun 2013) maka di lihat omzet tahun sebelumnya yaitu omzet tahun 2015, jika omzet tahun 2015 dibawah 4.8 milyar maka penghitungan pajak penghasilan masa januari 2016 menggunakan PPH Final 1% ( PP No 46 tahun 2013) yaitu pajak penghasilan = 1% x omzet januari 2016 adapun jika omzet tahun 2015 diatas 4.8 milyar maka untuk menghitung pajak penghasilan masa januari 2016 menggunakan tarif umum ( pasal 25)
Penjawab : Endrik Nur Saputro, SE