Wakil Rektor Baru Universitas Airlangga

Selamat kepada Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si. atas terpilihnya menjadi Wakil Rektor II baru Universitas Airlangga, semoga amanah dalam mengemban jabatan barunya. Wakil Rektor II adalah jabatan Wakil Rektor mengurus bidang keuangan, sumber daya manusia, dan sistem informasi.

Berikut berita selengkapnya :

Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak., didampingi Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Amin, dr., Sp.P(K), melantik empat wakil rektor masa jabatan tahun 2015-2020, Kamis (20/8). Bertempat di selasar lantai empat Kantor Manajemen UNAIR, pelantikan keempat warek dihadiri oleh Rektor UNAIR 2004-2015, Prof. Dr. H. Fasich, Apt., wakil rektor masa jabatan 2010-2015, jajaran dekanat, Ikatan Alumni (IKA) UNAIR, para direktur dan pimpinan unit kerja.

Keempat wakil rektor baru tersebut adalah Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D selaku Wakil Rektor I, Dr. Muhammad Madyan, S.E. selaku Wakil Rektor II, Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D selaku Wakil Rektor III, dan Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt selaku Wakil Rektor IV.

Keempatnya dilantik secara sah mengacu pada Keputusan Rektor UNAIR no. 1215/UN3/2015 tentang Pengangkatan Wakil Rektor UNAIR Periode 2015-2020. Secara simbolis, tiga wakil rektor masa jabatan 2010-2015, Prof. Dr. Achmad Sjahrani, M.S., Apt (Wakil Rektor I), M Nasih (Wakil Rektor II), dan Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD (Wakil Rektor III), menyerahkan kalung perak kepada Rektor UNAIR untuk kemudian dikalungkan kepada empat wakil rektor anyar tersebut.

“Kami (Majelis Wali Amanat) sepakat memilih keempatnya sebagai wakil rektor dari segi kemampuan, pemikiran yang logis, dan bekal. Mereka memiliki semangat kerjasama dan kemauan untuk melaksanakan tugas-tugas perguruan tinggi,” tutur Rektor UNAIR.

Wujudkan university holding

Untuk mewujudkan visi UNAIR dalam program lima tahunan, Nasih membagi pekerjaan rumah perguruan tinggi ke dalam empat bidang yang masing-masing dipimpin oleh satu wakil rektor. Wakil Rektor I mengurus bidang akademik dan kemahasiswaan, dan Wakil Rektor II mengurus bidang keuangan, sumber daya manusia, dan sistem informasi.

Wakil Rektor III bertanggung jawab atas bidang penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, serta kerjasama institusi perguruan tinggi dan pemerintah baik dalam negeri maupun luar negeri. Sedangkan, Wakil Rektor IV bertanggung jawab atas bidang kerjasama dan pembiayaan mandiri, dan jejaring alumni.

Sebagai wakil rektor dari bidang empat yang kembali dihidupkan, Junaidi mengatakan ada beberapa program yang akan dijalankan. Pertama, adalah pembenahan struktur birokrasi yang berkaitan dengan kerjasama dalam menghasilkan pendanaan universitas. Kedua, adalah implementasi untuk mendukung university holding.

“UNAIR memiliki berbagai bidang yang bisa dikembangkan untuk diterapkan pada masyarakat. UNAIR memiliki FK (Fakultas Kedokteran) yang perannya dalam bidang kesehatan bisa dioptimalkan. UNAIR juga memiliki FF (Fakultas Farmasi) yang bisa menghasilkan produk-produk yang berprospek baik terhadap masyarakat. UNAIR juga memiliki institusi penelitian yang perannya belum optimal secara komersial. Kita juga bisa melakukan assessment karena UNAIR memiliki lembaga-lembaga konsultasi produk dan jasa yang bisa diakses masyarakat. Dari situlah, bidang empat diharapkan dapat memberikan sumbangsih dana kepada kampus,” tutur Wakil Rektor IV UNAIR.

Wakil Rektor III UNAIR, Amin, juga memaparkan program bidang tiga ke depan. Pihaknya akan mendorong sivitas akademika UNAIR, terutama para profesor dan doktor, untuk giat dalam melakukan penelitian dan publikasi karya ilmiah. Bagi karya ilmiah mereka yang berhasil dipublikasikan dalam lembaga nasional maupun internasional, akan memperoleh special grant dari UNAIR.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR juga akan terus mendorong pengajar-pengajar muda UNAIR untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi luar negeri. Program ini bertujuan untuk memperluas jejaring kerjasama internasional.

Terkait dengan fokus riset pemerintah yang ingin mengembangkan bidang kemaritiman, bukan tak mungkin UNAIR juga akan akan mengejar penelitian ke arah yang sama. “Namun, akan ada bidang yang menjadi prioritas seperti health science centre. Tapi kita juga harus jago pada semua bidang termasuk social science,” tutur Amin.

Di bidang lainnya, Rektor UNAIR berharap dalam lima tahun ke depan, semua program studi di UNAIR terakreditasi A oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Sedangkan, prodi yang telah terakreditasi A, diharapkan agar segera mengajukan berbagai prasyarat agar diakui secara internasional.

Sumber : Warta Unair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*