Pengisian SPT eFilling

Setelah berhasil login maka pada laman utama silakan klik “Lapor” untuk pilihan tab yang ada di paling atas, seperti gambar berikut.

Lapor SPT

  • Mengisi Langsung di Situs Web dengan menekan tombol efilling.

 

  • Buat SPT

Formulir SPT efilling

 

  • Klik tombol SPT 1770 S dengan Formulir

Kita asumsikan Anda Tidak menjalankan Usaha, Pisah harta Suami/Istri dan tidak memiliki pendapatan dibawah 60juta dalam setahun setelah dikurangi biaya jabatan. *(Jika Anda menjalankan Usaha atau Istri menjalankan usaha/pekerjaan bebas/menerima pendapatan lebih dari satu pemberi kerja, maka akan ada cara pengisian lebih lanjut dengan menggunakan Formulir 1770).

Berikut adalah untuk langkah selanjutnya :

Halaman satu eFilling

 

Isikan Tahun sesuai tahun pelaporan SPT, pilih Normal jika bukan Pembetulan.

  • Klik selanjutnya

 

Buka Laporan Perpajakan yang ada di sistem Info Honor

Login terlebih dulu di aplikasi Info Honor.

Jika berhasil Login silakan lihat di Menu Bar sebelah kiri, klik Document, lalu klik semua link tersebut untuk membuka/mengunduh Bukti Potong yang digunakan sebagai data dukung pengisian SPT.

Side bar Info Honor

  • Silakan Klik Bukti Potong A1, A2 (Untuk PNS saja), Tidak Final, Final. Lalu klik juga “Proyeksi SPT”.

  • Bagian A, Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat Final.

    Input Honorarium atas beban APBN (Khusus PNS). Abaikan jika Anda adalah pegawai Tetap/pegawai Tidak Tetap UNAIR).

    Bagian A eFilling

 

Pada Bagian A. Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final, klik tambah, lalu pilih no. 6 (Honorarium atas Beban APBD/APBN).

Masukkan Jumlah bruto dan Pph terutang, lihat besarannya pada : BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (FINAL) yang pada langkah sebelumnya sudah kita buka di Info Honor.

 

Silakan ditambahkan lagi jika ada pendapatan-pendapatan lain yang dikenakan pajak Final seperti Bunga Deposito, Hadiah dan lain-lain.

  • Bagian B, Input Harta dimana harta tersebut adalah harta atas nama sendiri, bukan hutang dan perhatikan tahun perolehannya.

 

  • Bagian C, Input Kewajiban/Utang.

 

  • Bagian D, Input Data Keluarga

 

  • Input Pendapatan lainnya jika ada pendapatan diluar dari pemberi kerja Unair (Penghasilan Neto lainnya) seperti gambar dibawah ini :

  • Input Bukti Potong yang ada atas penghasilan yang sudah dipotong pajak.

Panduan pengisian bukti potong dari UNAIR :

Masukkan Data pada Bukti Potong A2 (khusus PNS)
1. NPWP Pemotong : 001733351606000
2. Nama Pemotong : Universitas Airlangga
3. Tanggal Bukti : 31 Desember
4. KD Pasal : DTP
5. Jumlah Pph : Lihat Nomor 23


Masukkan Data pada Bukti Potong A1
1. NPWP Pemotong : 737737585619000
2. Nama Pemotong : Universitas Airlangga
3. Tanggal Bukti : 31 Desember
4. KD Pasal : 21
5. Jumlah Pph : Lihat Nomor 20


Masukkan Data pada Bukti Potong Tidak Final dari Pendapatan Tidak Rutin Dana Masyarakat
1. NPWP Pemotong : 737737585619000
2. Nama Pemotong : Universitas Airlangga
3. Tanggal Bukti : 31 Desember
4. KD Pasal : 21
5. Jumlah Pph : Lihat Kolom Pph Dipotong

  • Input No telp dan Status Kewajiban

Pertama, status KK berarti suami-istri yang tidak menghendaki untuk melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan secara terpisah. Istri dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya menggunakan NPWP suami atau kepala keluarga.

Kedua, status HB berarti penghasilan suami-istri dikenai pajak secara terpisah karena suami-istri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim.

Ketiga, status PH berarti penghasilan suami-istri dikenai pajak secara terpisah karena dikehendaki secara tertulis oleh suami-istri berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.

Keempat, status MT berarti penghasilan suami-istri dikenai pajak secara terpisah karena dikehendaki oleh istri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.

  • Input Penghasilan Netto

Isian pada tampilan diatas ada pada halaman Proyeksi SPT (lihat langkah sebelumnya)

1. Isian pada nomor 1 adalah Jumlah Neto Setahun pada halaman Ringkasan.
2. Input status PTKP bisa dilihat juga pada halaman Ringkasan.

Jika status kurang bayar :

Jika terdapat “kurang” bayar seperti pada tampilan diatas (lihat Kolom D nomor 13.a)
Maka silakan buat kode billingnya untuk melakukan pembayaran atas kekurangan bayar tersebut.
Caranya Buat kode billing :
1. Kembali ke dashboard DJP online, lalu klik ebilling

2. Setelah itu isikan :
a. Jenis Pajak pilih 11125 Pph pasal 25 Orang Pribadi
b. Jenis Setoran pilih 200-Tahunan
c. Tahun pajak pilih tahun laporan
d. Jumlah, input sesuai dengan perhitungan berapa kurang bayarnya.

3. Setelah mendapatkan Kode Billing, lakukan pembayaran. Untuk cara lebih lengkapnya silakan klik BAYAR EBILLING

  • Input NTPN (bukti lunas kurang bayar)

  • Masukkan kode Verifikasi yang dikirim via email oleh DJP Online (periksa email Anda)

Klik Submit, selesai.
Bukti sudah melakukan pelaporan selain bisa dilihat di dashboard DJP Online tapi juga akan langsung dikirim via email.